Pesona Wisata Kota Mutiara di Khatulistiwa

Sebagai Ibukota Provinsi Sulawesi Tengah, Palu memang tidak begitu terkenal seperti halnya Bali atau Yogya yang kerap menjadi tujuan para wisatawan untuk menghabiskan liburan. 

Tapi tahukah Anda bahwa ternyata kota yang dijuluki sebagai Mutiara di Khatulistiwa ini merupakan salah satu Kota yang istimewa, kenapa? Karena ternyata kota  yang dihuni sekitar 400 jiwa ini tidak masuk dalam zona musim seperti kota-kota lainnya di Indonesia. Kota Palu merupakan satu-satunya wilayah di Sulawesi Tengah (Sulteng) yang memiliki karateristik cuaca tersendiri. 

Diapit oleh dua kabupaten yaitu Sigi dan Donggala dan berada di Teluk Palu menjadikan cuaca di kota Palu berbeda dengan daerah lainnya di Provinsi Sulteng. Misalnya, di sejumlah daerah di Sulteng dalam beberapa hari diguyur hujan, tetapi di wilayah Palu tidak. Tetapi lebih aneh lagi saat di Palu hujan tetapi di kota-kota lainnya tidak hujan. 

Karena diapit dua kabupaten dan juga terletak di Teluk Palu dan ditambah lagi dikelilingi bukit dan pegunungan, maka hujan di wilayah tersebut biasanya banyak dipengaruhi cuaca lokal.

Meskipun begitu ternyata Palu juga memiliki destinasi wisata unik yang bisa dijelajahi. Kira-kira apa aja ya? Yuk kita bahas

Taman Nasional Lore Lindu
Taman Nasional ini dihuni beragam flora dan fauna endemik yang mungkin jarang terlihat di wilayah lain. kondisi di Lore Lindu membuat berbagai flora dan fauna hidup nyaman sesuai ekositemnya. Bayangkan saja, ada sekitar 117 jenis mamalia, 88 jenis burung, 29 reptil, dan 19 amfibi yang hidup berdampingan. 

Taman Nasional Lore Lindu telah ditetapkan UNESCO sebagai cagar biosfer. Artinya taman dengan luas 2.290 kilometer persegi  ini dinilai sebagai paru-paru dunia.

Beberapa jenis fauna yang khas hidup ditaman Taman Nasional Lore Lindu seperti kera tonkean (Macaca tonkeana tonkeana), babi rusa (Babyrousa babyrussa celebensis), tangkasi (Tarsius diannae dan T. pumilus), kuskus (Ailurops ursinus furvus dan Strigocuscus celebensis callenfelsi), dan maleo (Macrocephalon maleo). Dari jenis flora, jenis yang khas di antaranya pohon Ara (Ficusspp), Aren (Arenga pinnata), damar (Agathis damara), hingga kantung semar (Nephentessp). Masih banyak lagi endemik Sulawesi yang ada di tempat tersebut.
Flora Khas Kota Mutiara di Khatulistiwa
Selain flora dan fauna, saat Anda berkunjung ke tempat ini Anda juga akan menemukan peninggalan manusia yang hidup di zaman megalitikum yang tersisa di Lore Lindu seperti patung manusia, jambangan besar (kalamba), piringan (tutu’na), dan batu-batu cembung (batu dakon).

Danau Tambing
Selain memiliki taman yang indah ternyata Palu juga memiliki danau indah yang berada di ketinggian 1.700 mdpl.

Suhu di sekitar Danau Tambing dikenal sangat sejuk, bahkan di malam hari bisa mencapai antara 10 sampai 15 derajat Celcius. Suasananya tenang jauh dari pemukiman penduduk. Di pagi dan sore hari terdengar kicauan burung  yang saling bersahutan satu sama lain.

Wisatawan yang mengunjungi Danau Tambing ini biasanya membawa peralatan untuk berkemah disekitar danau untuk menikmati kesejukan disana. Karena pengelola juga menyediakan area untuk berkemah, tersedia juga toilet yang cukup nyaman, mushola dan persewaan alat berkemah dan memancing.

Akses untuk menuju Danau Tambing dapat dilakukan dengan menggunakan kendaraan bermotor dari Palu melewati jalan Trans Palu-Napu sekitar 2-3 jam dengan jarak tempuh sekitar 90 km. Jalan yang dilintasi cukup baik dengan pemandangan sekitar yang dimoninasi oleh hutan-hutan lebat sehingga cocok untuk Anda berwisata alam.

Pusat Laut Donggala atau Sinkhole Presentasi Donggala
Pusat Laut Donggala merupakan sebuah cekungan seperti sumur raksasa berdiameter lubang hingga 10 meter dan kedalaman tujuh meter  yang terbentuk secara alami dan dikelilingi bebatuan. Terletak di Dusun Simbe, Desa Limboro, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, tempat ini berjarak sekitar 45 kilometer dari kota palu.

Lokasi yang dikenal dengan sumur laut ini terletak sekitar setengah kilometer dari Pantai Tanjung Karang. Air di dalam sumur laut ini sangat jernih berwarna hijau kebiruan. Uniknya meski banyak yang menggunakannya untuk berenang atau menyelam air di sumur ini tetap jernih dan memiliki rasa asin seperti air laut.

Pusat Laut Donggala kaya akan berbagai jenis ikan laut. Menariknya lagi air di pusat laut ini akan surut saat air pasang dan naik saat air laut surut.

Seru ya sepertinya berwisata ke kota Palu ini? Namun jangan lupa lakukan persiapan dengan baik sebelum bertandang ke Palu. Salah satunya dengan memesan terlebih dahulu tempat penginapan agar Anda tenang berwisata. 

Kini Anda tak perlu repot untuk mencari hotel yang sesuai dengan kantong Anda. Reservasi.com bisa menjadi salah satu referensi Anda booking hotel murah dan terpercaya di Palu

Hotel Mercure Palu bisa menjadi salah satu pilihan untuk perjalanan liburan Anda. Hotel ini terletak di Pantai Lere, menghadap Teluk Palu yang menakjubkan, kelebihan menginap di hotel Mercure Palu menawarkan akses mudah bagi tamu ke Palu Grand Mall sebagai pusat perbelanjaan utama di kota ini, juga aneka situs bersejarah kuno yang menawan, seperti Sou Raja dan Makam Dato Karamah sehingga Anda akan dengan mudah berjalan-jalan di Kota Palu.

Share on Google Plus

About ibnu Amr

0 komentar:

Catat Ulasan